![]() |
| Ilustrasi Cerpen : Zamroni ada ? |
Tak sabar rasanya ingin bertemu keluarga di Kenduruan rasanya kangen banget masakan Ibu di kampung. Jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 11 malam. Padahal perjalanan sampai ke kampung masih sekitar 30 Menitan. aku menunggu angkot menuju kampungku. 10 menit menunggu barulah aku naik ke dalam angkot, angkot berwarna kuning itu melaju dengan kecepatan standarnya Angkot di Malam hari Yaitu ngebutnya Minta Ampun. di tambah capek yang aku rasakan rasanya pengen segera sampai rumah.
Angkot berhenti di salah satu halte di kampungku. dengan lelah payah aku berdiri dan mengangkat barang-barang bawaanku.
"Berapa mas.." Tanyaku
"Tigapuluh Ribu Aja mas.." Jawab Supir angkot Sembari mengelap mukanya dengan kain kusut yang di gantungkan di jendela mobil.
"Ini mas.." ku kasih Tiga puluh uang pas
"Terimkasih mas.." Jawab Supir angkot itu dan beranjak melaju,
Akupun harus berjalan lagi sekitar 1KM untuk menuju ke rumahku. maklum di desa seperti ini biasanya angkot gak akan mau berhenti di gang-gang sempit seperti ini. apalagi penerangan dan jalan berlubang dan tak layak untuk di lewati mobil,
Ku mengangkat bawaanku dua kardus yang berisi oleh-oleh untuk keluarga. dan aku berjalan sempoyongan menahan ngantuk dan capek. jalanan di gang ini dari Limatahun yang lalau sampai sekarang tak ada yng berubah, masih sehancur dulu, rumah-rumah warga sudah tak nampak aa aktifitas di dalamnya. kulihat jam sudah menunjukkan pukul 12.08 Malam. akupun bergegas berjalan cepat menuju rumah.
Semakin Lama jalanan ini semakin menyeramkan saja di tambah lampu yang biasanya menerangi jalanan terlihat tak menyala lagi,
"Hah... Itu siapa..?" Kagetku melihat dari jarak sekitar 5 Meter terlihat Orang ataupun itu sedang duduk di Jembatan membelakangiku,
aku tak mau ambil pusing aku pura-pura tak tahu akan adanya orang itu. semakin dekat aku dengan sosok ini,
dari jarak sekitar 1 meter sosok itupun menoleh ke arahku, jantungku berdetak cepat. tanganku terasa bergetar hebat. aku membaca doa doa dan aku berjalan cepat untuk mengabaikan sosok itu.
"Bib..." Panggil Sosok itu
"Sepertinya aku mengenali suara itu" Tanyaku dalam hati,
aku memberhentikan langkahku dan menoleh berlahan
"Hah kamu Zamroni ku kira siapa,," Jawabku. itu dia zamroni temanku SMA yang juga tetanggaku anak pak RT,
"Kamu Apa Kabar ?" Tanyaku
"Baik kok...." jawabnya sambil bangun dari duduknya,
"Ternyata Kamu Zam ku Kira siapa " Tanyaku
"Memang Siapa Kamu Kira Hayooo " Tanyanya meledekku
"Emmmm.." Pikirku
"Hantu ya hahahaha" jawabnya dan dengan ketawa khasnya,
"Ayo Zam kita pulang bantuin bawaanku ya, Capek nih perjalanan dari Kalimantan Ke Tuban" Pintaku sambil memberikan kardus yang ku bawa kepadanya,
"Ok Bos.." jawabnya sambil membawa kardus yang ku bawa
Kami Berjalan Pelan karena jalanan tergenang air dan licin
"Eh Bib. ini kan sudah malam. kita kerumah baruku aja yuk.." Tanya zamroni sambil terus berjalan.
"Hah Rumah baru, makin sukses aja ni zam. dimana Zam" Tanyaku
"Dekat rumah yang lama juga Bib tapi pas di perempatan gang depan belok kiri bib.." Jawab Zamroni
"OK Zam Kita ngopi-ngopi dirumah barumu. hahaha." Sentakku sambil tertawa kecil,
Akupun berbelok ke gang, di tengah perjalan menuju rumah baru zamroni akuoun bertanya-tanya tentang rumah barunya.
"Wah udah punya dua rumah nih zam.." Tanyaku.
"Iya Bib, , tapi sekarang aku sendirian di rumah bib. bapak dan ibuku tidur di rumah lama. rumahku sekarang kecil kok bib.. itulah aku ajak kamu kerumahku supaya bisa menemaniku malam ini.." Jawabnya.
"Ayo Zam" Ajakku,
Zamroni masih berjalan di depanku. ku lihat dia agak kurang sehat tapi dengan semangatnya dia membawakan bawaanku. Memang sahabatku ini selalu semangat masih seperti yang dulu,
Tak seberapa lama aku lihat rumah Besar dengan lampu yang megah. rumah itu berwarna putih dan aku dan zamroni segera masuk ke dalam rumah,
"Tunggu disini ya bib taruh aja tasmu di ruang tamu, biar aku ke dapur siapkan Kopi untukmu," Ucap Zamroni,
Aku duduk di sofa di rumah Zamroni sembari melepas sepatu dan beristirahat sejenak. sekitar 15 menit aku menunggu dan memanggil-manggil zamroni tetapi tidak ada jawaban. aku berinisiatif untuk menyusul Zamroni ke Dapur.
Ditengah perjalanan ke dapur aku terus menaggil zamroni tetapi nihil tak ada jawaban. Rasa kantuk mulai menyerangku, aku berbelok ke Kamar mandi dekat ruang keluarga.
Aku mencuci mukaku dan buang air kencing, kejadian aneh mulai terjadi. bau harum di Kamar mandi tiba-tiba berubah menjadi bau busuk yang menyengat. setelah aku selesai kencing. aku membuka Pintu Kamar Mandi.
"astaghfirullah hal adzim"
Bulukuduku berdiri, jantungku berdetak cepat, seakan mau putus. kakiku bergetar dan badanku kaku. Rumah yang tadi kulihat megah berubah menjadi Kuburan yang gelap gulita, Ternyata aku di tengah Kuburan.
Tak berpikir lama dengan sisa tenagaku aku berlari ketakutan, kulihat tas dan sepatuku berada di Atas Makam. segera aku berlari sekencang-kencangnya, aku berlari cepat dan ku ambil tasku.
"Kabib.. Jangan tinggallkan aku sendirian"
"Astaghfirullah ku dengar suara zamroni di belakangku sambil suaranya seram sekali "
tanpa ku perdulikan aku terus berlari sekencang-kencangnya,
Aku berlari sudah cukup jauh akhirnya aku sampai di depan gang. Yang tadi. ku lihat ada Tulisan "PEMAKAMAN UMUM". melihat tulisan itu. aku semakin ketakutan, aku terus berlari.
Dari kejauhan aku lihat Kifin temanku SMA juga yang sedang asik duduk asik menunggu warungnya,
"Fin Tolong aku fin.." pintaku
"Loh bib kamu dari mana lari-lari gitu.." Tanya Kifin sambil mengalungkan sarungnya,
"Hah aku habis bertemu hantu fin." Jawabku terbata-bata,
"Hantu. dimana.." Tanya kifin
"Bu.. ada kabib bu dia habis ketemu hantu." Panggil kifin ke istrinya yang sepertinya sedang Nonton TV.
"Hantu dimana bib." Tanya istri Kifin,
"Disana lo di kuburan.." jawabku terengah-engah.
"Lah kamu ngapain ke kuburan malam-malam.." Tanya Kifin sambil menyodorkan air putih ke depanku,
"Tadi aku di ajak Zamroni mampir ke rumahnya. gimana to namanya teman lama di ajak mampir ngopi-ngopi aku ya ikut saja." Jawabku dengan nada takut cemas dan bergetar.
"Hah Zamroni Bib.,,, astaghfirullah hal adzim. " Ucap kifin kaget.
"Hah Kenapa fin apa sebenarnya terjadi fin" Tanya ku kaget.
"Zamroni itu sudah meninggal Bib pas hari ini 100 Harinya dia meninggal, itu masih ada Kue-kue dari pengajian 100 Harinya," Jawab kifin.
Jantungku berdetak cepat,
"Berarti tadi itu Hantunya Zamroni fin.." Tanyaku
"Bisa Jadi bib, Soalnya Zamroni matinya gak wajar. dia Pas Hujan gerimis berangkat ke Sawah Untuk cari rumput buat Sapinya, lah tiba-tiba ada petir. si zamroni mati bib tersambar petir, Badanya Hitam semua bib, kasian" Cerita Kifin,
Cermis : kabib
